Template Ini Merupakan Template Resmi Mahkamah Agung

. . . . . .

CALON HAKIM MAHKAMAH SYAR’IYAH BANDA ACEH DILANTIK MENJADI PEGAWAI NEGERI SIPIL

24 Mei, 2019 | 1:28 am | Penulis |

Banda Aceh– Wakil Ketua Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh, Drs. Mazharudin, M.H. melantik dua belas Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Calon Hakim Mahkamah Agung RI hasil seleksi tahun 2017 menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pelantikan berlangsung di Ruang Sidang Kartika Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh, Rabu, 22 Mei 2019.

CALON HAKIM MAHKAMAH SYAR’IYAH BANDA ACEH DILANTIK MENJADI PEGAWAI NEGERI SIPIL

Acara pelantikan didahului dengan prosesi pembacaan petikan Surat Keputusan Direktorat Jendral Badan Perdilan Agama Mahkamah Agung RI yang dilanjutkan dengan pengambilan sumpah dan pelantikan oleh Wakil Ketua Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh yang disaksikan oleh dua orang saksi masing-masing Drs. H. M. Yanto dan Drs. Mukthi, SH. (Sekertaris dan Panitera Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan dan penandatanganan Pakta Integritas secara serentak dilakukan oleh Pegawai Negeri Sipil / Cakim yang telah dilantik.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh, berpesan agar para calon hakim yang telah dilantik sebagai PNS senantiasa berpegang teguh pada tugas dan janji yang sudah diamanahkan oleh undang-undang. “Dalam kalimat sumpah yang dibacakan, saudara sekalian tidak hanya berjanji pada Negara tetapi juga akan dipertanggungjawabkan kepada Allah swt, ini sangatlah sakral,” ujarnya.

Dia meminta agar para PNS / calon hakim bekerja dengan sepenuh hati serta terus mengikuti perkembangan dan program yang dicanangkan oleh Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI. Apalagi, kata dia, dengan motto inovasi tiada henti, Mahkamah Agung memiliki banyak terobosan untuk mempermudah masyarakat dalam memperoleh akses keadilan. “Setidaknya ada 12 Program prioritas Ditjen Badilag yang wajib dilaksanakan oleh kita semua mulai dari E-court, E-Keuangan Perkara, E Register, PTSP, SIPP, Website, Zona Integritas, Reformasi Birokrasi, One Day Minute, One Day Publish, dan lain lainnya,” tuturnya.

Selain itu, beliau juga menyampaikan nasihat agar calon hakim selalu mengisi waktu luang dengan hal-hal yang dapat menambah ilmu pengetahuan dan peningkatan kompetensi. Sebab, dengan begitu calon hakim dapat memiliki kompetensi yang mumpuni sesuai dengan kebutuhan. “Terus tambah ilmu pengetahuan saudara, isi keseharian dengan banyak membaca dan berdiskusi,” katanya.

CALON HAKIM MAHKAMAH SYAR’IYAH BANDA ACEH DILANTIK MENJADI PEGAWAI NEGERI SIPIL

Semua calon hakim yang baru dilantik itu telah mengikuti program Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) yang merupakan salah satu syarat untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil. Mereka berasal dari satuan kerja (Pengadilan Agama) yang berbeda-beda hampir dari seluruh wilayah Indonesia. Mereka semua sedang melakukan magang yang merupakan Program Pendidikan dan Pelatihan Calon Hakim (PPC) Terpadu Gelombang II di Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh sejak bulan September 2017 sampai Desember 2019.

Acara pelantikan tersebut kemudian diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh ustad M. Raihan, S.Ag, SH, MH. dan pemberian ucapan selamat oleh semua Hakim dan Pegawai Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh.

Categorised in:

This post was written by msn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »