KAJIAN INTERAKTIF, RAMADHAN SEBAGAI SUMBER PENGUATAN ETOS KERJA - Mahkamah Syar'iyah Banda Aceh
Mahkamah Syar'iyah Banda Aceh
Selamat Datang di Website Mahkamah Syar'iyah Banda Aceh | Berkomitmen Untuk Mensukseskan Pembangunan Zona Integritas (ZI) Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM)

KAJIAN INTERAKTIF, RAMADHAN SEBAGAI SUMBER PENGUATAN ETOS KERJA

Kurniawan Adi Widodo | Tanggal 29 Maret, 2024 | Jam 8:37 pm | Kategori Berita | Jumlah Pembaca : 48 Pembaca

(Banda Aceh/22/03/2024) — Pagi jumat yang cukup cerah pada ramdhan yang  ke sebelas, segenap warga Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh mulai memadati mushalla Al-Mahkmah. Tampak hadir ketua Drs. H. Ribat, S.H. Wakil Ketua Fauziati, S.Ag. M.Ag Para hakim, Panitera, Sekretaris dan pejabat structural dan fungsional serta tenaga PPNPN Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh.

Kegiatan pagi ini (22/03/24) sedikit agak berbeda dengan kegiatan ramadhan lainnya. Kalau selama ini kegiatan ceramah atau tasuiyah dilakukan secara monolog, tapi pagi ini kegiatan dikemas panitia Ramadhan dengan kajian interatif yang melibatkan keaktifan jama’ah dibarengi dengan doorprize bagi jama’ah yang berhasil menjawab dan menjelaskan pertanyaan narasumber.

Acara yang dipandu oleh Sofyan Sauri Lubis berlangsung santai dan asyik..narasumber yang tidak asing lagi Ketua Mahkamah Syar’iyah Drs. H. Ribat, S.H.M.H.langsung mencoba memancing jama’ah dengan pertanyaan apakah ibadah Ramadhan ada relevansinya dengan etos kerja ? bukankah selama Ramadhan pisik tidak dapat asupan energi dari luar sehingga membuat diri kita lemas dan tidak semangat ?

Atas pertanyaan tersebut , para jama’ah banyak memberikan pandangan ada yang mengatakan Ramadhan justru dapat memicu etos kerja produktif, karena bila perut kenyang dan terisi penuh akan membuat badan menjadi berat dan mata akan cepat mengantuk, sementara jama’ah laiinya mengatakan sedikit banyaknya puasa akan menyebabkan badan teras lemas dan aktivitas akan berjalan lambat, sehingga produktivitas kerja akan menurun. Jelas Fahri..

Menengahi beda persepsi tersebut Narasumber mencoba memaparkan makna ramadhan yakni “imsak” dalam arti bagaimana para shoimin menahan seluruh potensi negatifnya untuk suatu tujuan spiritual yang tinggi yakni tagwa. Orang Tagwa sadar dan paham bahwa seluruh potensi dirinya di arahkan untuk produktivitas yang positif. Bagi orang yang puasa dengan mengharap ketagwaan tidak ada aktivitasnya yang tidak produktif, semuanya pasti produktif, karena dia memilki etos kerja yang tidak digerakkan dari asupan energi (makan minum) tetapi nilai ruhaniyah memancar pada sikap batinnya karena keredaannya atas perintah Allah Swt.. papar Ketua.  

Nah,bila puasa Ramadhan di maknai seperti perpekstif diatas, maka puasa Ramadhan bukanlah yang menjadi beban tetapi menjadi peluang besar bagi perdaban umat Islam, karena banyak pristiwa penting yang terjadi saat bulan Ramadhan seperti perang badar terjadi pada tanggal 17 Ramdahan 2 Hijriyah, Fathu Mekkah terjadi taggal  20 Ramadhan 8 Hijriyah, dan pristiwa lainnya yang luar biasa adalah penaklukan konstantinopel oleh Muhammad Al-fatih pada tanggal 20 Ramadhan 857 Hijriyah.jelas Ketua.

Di sela-sela kajian Narasumber memunculkan berbagai pertanyaan kepada jama’ah, diantaranya tahun berapa di syari’atkannya puasa, ayat berapa dalam al-quran di wajibkannya puasa, selanjutnya Qanun No berapa di singgung tentang ibadah puasa beserta sanksinya. Dengan antusias jama’ah semua pertanyaan langsung di jawab dengan baik dan benar. Saya dapat hadiah nie.. karena bisa menjawab  pertanyaan narasumber .ungkap sofyan. Begitu juga Ratna Juita Panitera MS Banda Acehjuga mendapat hadiah dorprize. Saya sangat senang dengan program ini. Sebutnya riang.

Tanpa terasa waktu mengalir terus, saatnya seluruh jama’ah untuk kembali kerja melayani masyarakat, tentunya dengan semangat berbeda dari sebelumnya.. Insya allah (by RR) 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOTO PEGAWAI
  • Translate »