TADARRUS AL-QURAN: UPAYA BERINTERAKSI DEKAT DENGAN ALQURAN - Mahkamah Syar'iyah Banda Aceh
Mahkamah Syar'iyah Banda Aceh
Selamat Datang di Website Mahkamah Syar'iyah Banda Aceh | Berkomitmen Untuk Mensukseskan Pembangunan Zona Integritas (ZI) Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM)

TADARRUS AL-QURAN: UPAYA BERINTERAKSI DEKAT DENGAN ALQURAN

Kurniawan Adi Widodo | Tanggal 18 Maret, 2024 | Jam 10:44 am | Kategori Berita | Jumlah Pembaca : 39 Pembaca

(Banda Aceh/14/03/2024) — Salah satu program unggulan Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh di bulan Ramahan 1445 Hijriyah adalah melaksanakan tadarrus al-quran selepas tausiyah ba’da zuhur. Kegiatan ini banyak diminati oleh segenap jajaran pegwai MS Banda Aceh, mulai dari pimpinan, para hakim pejabat structural dan Fungsional, staf dan Tenaga PPNPN Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh.

Kegiatan yang dirancang perkelompok ini, masing-masing kelompok di bombing oleh dua orang ustad yang dipandang mampu memperbaiki dan membenarkan bacaan jama’ah dari kelompoknya masing-masing. Paling tidak ada 6 kelompok dimana 3 kelopok laki-laki, dan 3 kelompok lagi perempuan. Tugas masing-masing kelompok dengan dibantu para ustad adalah membaca dan memperbaiki dan menunjukkan cara bacaan yang benar, bila ada diantara para jama’ah dalam kelompok yang bacaannya perlu di benarkan dan diperbaiki.. ungkap ustad Mahdi.

Dari hasil pantau Tim redaksi yang juga ikut bergabung dalam kelompok tadarrus al-quran tersebut, banyak jama’ah dalam kelompok yang harus di perbaiki bacaannya adalah menyangkut Panjang pendek, begitu juga makhraj huruf yang kurang benar, sampai dengan hukum-hukum yang terkandung dalam bacaan harus memenuhi kaedah ilmu tajwid.. jelas ust mahdi lagi.

Namun dari keseluruhan jama’ah boleh dikatakan sudah lepas dalam hal dasar, tinggal penghalusan lagi, tidak ada lagi yang namanya pegawai Mahkamah yang buta al-Quran, semuanya sudah bisa bahkan kebanyakan mereka ada yang juga hafiz surah pendek atau juz ke 30.. karena tradisi Aceh yang ketat dengan Keislamannya, dimana dan dihampir seluruh sudat qampung pasti ada dayah (Lembaga Pendidikan agama tradisonil)  yang mendidik masyarakat untuk bisa baca dan hapal al-quran.

Tentunya dengan banyaknya Dayah yang tersebar dalam setiap gampong dan menausah, otomatis masyarakat Aceh tidak ada lagi yang buta  baca al-quran, karena dengan al-quran lah  akan menjadi syafaat bagi para pembacanya di hari kiamat;

“Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang membaca Al-Qur’an dan ia mahir membacanya, maka ia bersama para malaikat yang mulia dan berbakti. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata dan merasa kesulitan dalam membacanya, maka baginya dua pahala

“Bacalah olehmu sekalian Al-Qur’an karena sesungguhnya Al-Qur’an itu akan menjadi syafaat/penolong bagi para pembacanya di hari kiamat.” (HR Muslim)

          Semoga kegiatan tadarrus al-quran yang telah berjalan dapat ditingkatkan lagi tidak hanya pada segi bacaannya saja tetapi juga sisi pengamalannya.. semoga (by RR)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

FOTO PEGAWAI
  • Translate »