MS Banda Aceh Hadiri Pelaksanaan Eksekusi Uqubat Cambuk Perkara Jarimah Khamar dan Maisir - Mahkamah Syar'iyah Banda Aceh
Mahkamah Syar'iyah Banda Aceh
Selamat Datang di Website Mahkamah Syar'iyah Banda Aceh | Berkomitmen Untuk Mensukseskan Pembangunan Zona Integritas (ZI) Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM)

MS Banda Aceh Hadiri Pelaksanaan Eksekusi Uqubat Cambuk Perkara Jarimah Khamar dan Maisir

Dipublikasi oleh Kurniawan Widodo | Tanggal 28 Agustus, 2024 | Jam 2:32 pm | Kategori Berita | Jumlah Pembaca : 858 Pembaca

Banda Aceh, Rabu (28/08/2024) — Hakim Mahkamah Syariyah Banda Aceh Mujihendra, S.H.I., M. Ag. menghadiri pelaksanaan Eksekusi Uqubat Cambuk Perkara Jarimah Khamar dan Maisir. Pelaksanakan eksekusi cambuk dilaksanakan di Taman Baitussalatin (Taman Sari) Gampung Baru Kecamatan Baiturrahman Kota Banda Aceh pada pukul 10.00 WIB.

Eksekusi ini dilaksanakan atas putusan Hakim Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh dengan nomor perkara 12/JN/2024/MS.Bna, 13/JN/2024/MS.Bna, 14/JN/2024/MS.Bna, 16/JN/2024/MS.Bna dan 17/JN/2024/MS.Bna yang telah berkekuatan hukum tetap (Inkracht).

Dalam putusan majelis Hakim Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh Terdakwa  terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan Jarimah Khamar dan Maisir. Menyelenggarakan, menyediakan fasilitas atau membiayai Jarimah Khamar dan Maisir dengan Hukuman Uqubat Tazir Cambuk nomor perkara 12/JN/2024/MS.Bna sebanyak 30 kali, nomor perkara 13/JN/2024/MS.Bna sebanyak 35 kali, nomor perkara 14/JN/2024/MS.Bna sebanyak 35 kali, nomor perkara 16/JN/2024/MS.Bna sebanyak 40 kali dan nomor perkara 17/JN/2024/MS.Bna sebanyak 20 kali dikurangkan dengan masa penahanan yang telah dijalani terdakwa

Pelaksanaan Eksekusi Uqubat Cambuk ini disaksikan oleh Perwakilan Kejaksaan Negeri Banda Aceh, Perwakilan dari Dinas Syariat Islam, Satpol PP atau Wilayatul Hisbah, serta Dokter dari Pemerintah Kota Banda Aceh. Harapannya dengan adanya eksekusi ini dapat menimbulkan efek jera bagi para pelaku.

Pelaksanaan hukuman cambuk berjalan tertib dan lancar. Semoga dimasa mendatang kasus pelanggaran Qanun Syariat Islam tidak lagi terjadi di wilayah Kota Banda Aceh khususnya dan Provinsi Aceh pada umumnya. (NF edited by NI).


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »