Ketua Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh Lantik Wakil Ketua, Hakim, dan Jurusita
Dipublikasi oleh msn | Tanggal 2 Juni, 2026 | Jam 12:00 pm | Kategori Berita | Jumlah Pembaca : 7 Pembaca

Banda Aceh, Selasa 2 Juni 2026 — Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh menggelar prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang berlangsung khidmat di ruang sidang utama. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh, Dr. Amir Khalis, sebagai bagian dari upaya memperkuat struktur organisasi serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan.
Suasana religius dan penuh kekhidmatan mewarnai jalannya acara yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Shalawat Badar, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta Hymne Mahkamah Agung sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan dan semangat pengabdian dalam menjalankan tugas peradilan.
Dalam prosesi tersebut, Ketua Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh melantik dan mengambil sumpah jabatan Muzakir, S.H.I., M.H., sebagai Wakil Ketua Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh. dan T. Mufardis Shadri, S.H.I., M.H., sebagai Hakim, serta Dra. Suri Arni Ansyah, sebagai Jurusita, pada Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh. Pelantikan yang disaksikan dan dihadiri oleh seluruh aparatur dan tamu undangan itu menjadi momentum penting dalam memperkuat kinerja dan pelayanan lembaga peradilan.
Rangkaian prosesi diawali dengan pembacaan surat keputusan, dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan serta penandatanganan berita acara pelantikan sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab atas amanah yang diemban.
Dalam sambutannya, Dr. Amir Khalis menekankan pentingnya menjaga integritas, profesionalisme, dan dedikasi dalam menjalankan tugas, serta mengajak para pejabat yang baru dilantik untuk mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Dengan pelantikan ini, Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh semakin meneguhkan komitmennya dalam mewujudkan lembaga peradilan yang modern, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik. Acara ditutup dengan doa bersama, pemberian ucapan selamat, dan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan serta dukungan dalam mengemban amanah untuk mewujudkan peradilan yang agung dan berintegritas.(MyQ)


