Sinergi Ekonomi Berbasis Budaya, Ketua Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh Hadiri Pembukaan Pasar 1001 Malam - Mahkamah Syar'iyah Banda Aceh
Mahkamah Syar'iyah Banda Aceh
Selamat Datang di Website Mahkamah Syar'iyah Banda Aceh | Berkomitmen Untuk Mensukseskan Pembangunan Zona Integritas (ZI) Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM)

Sinergi Ekonomi Berbasis Budaya, Ketua Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh Hadiri Pembukaan Pasar 1001 Malam

Dipublikasi oleh ms bandaaceh | Tanggal 12 Maret, 2026 | Jam 8:30 am | Kategori Berita | Jumlah Pembaca : 27 Pembaca

Banda Aceh – Kehadiran Pasar 1001 Malam menjadi angin segar bagi masyarakat dan pelaku usaha kecil di Banda Aceh. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan suasana Ramadhan yang semarak, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis budaya dan kearifan lokal yang menjadi ciri khas daerah.

Ketua Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh menghadiri acara Pembukaan Pasar 1001 Malam, kegiatan ini dilaksanakan di lapangan eks Hotel Aceh, di pusat Kota Banda Aceh. Acara tersebut secara resmi dibuka oleh Leontinus Alpha Edison yang saat ini menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran bersama Ibu Walikota Banda Aceh Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal dengan nuansa Sinergi Usaha Masyarakat Berbasis Budaya dan Kearifan Lokal Pada 11 Maret 2026. Momentum ini menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat mulai dari Bazaar dan Expo kuliner, Panggung Talenta Da’i Cilik, hingga layanan Klinik UMKM Bangkit dan Klinik Kesehatan gratis bagi warga.

Partisipasi Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen lembaga peradilan untuk terus menjalin kedekatan dengan masyarakat serta mendukung berbagai inisiatif pembangunan sosial dan ekonomi di daerah. Kehadiran pimpinan lembaga juga memperkuat semangat kolaborasi antar lembaga dalam membangun lingkungan yang harmonis dan produktif.

Pasar 1001 Malam memberikan peluang ekonomi yang luas, khususnya bagi pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produk kuliner, kerajinan, serta berbagai hasil usaha kreatif lainnya. Kegiatan ini juga menjadi wadah interaksi sosial dan budaya yang memperkuat identitas lokal sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat selama bulan Ramadhan.

Melalui kehadiran dalam kegiatan masyarakat seperti ini, Ketua Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh terus menunjukkan komitmennya sebagai lembaga peradilan yang tidak hanya menjalankan fungsi hukum, tetapi juga hadir sebagai bagian dari masyarakat yang mendukung pembangunan, kepercayaan publik, serta penguatan nilai-nilai sosial dan budaya di Aceh.(Myq)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »