Ketua Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh Terima Kunjungan Persatuan Peguam Syarie Malaysia (PGSM) Kedah
Dipublikasi oleh ms bandaaceh | Tanggal 18 September, 2025 | Jam 8:32 am | Kategori Berita | Jumlah Pembaca : 245 Pembaca
Banda Aceh, Rabu 17 September 2025 Ketua Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh, Hj. Dian Ingrasanti Lubis, S.Ag., S.H., M.H., menerima kunjungan kehormatan dari delegasi Persatuan Peguam Syarie Malaysia (PGSM) Kedah di Kantor Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh pada pukul 11.00 WIB hingga selesai.

Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda kerja sama internasional antara praktisi hukum Malaysia dan Indonesia, khususnya di Aceh. Delegasi PGSM Kedah berkesempatan menyaksikan secara langsung jalannya persidangan acara khusus serta berdiskusi mengenai sistem peradilan di kedua negara, dengan fokus pada penerapan nilai-nilai lokal dan keagamaan dalam praktik peradilan.
Dalam sambutannya, Ketua Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh menyampaikan apresiasi mendalam atas kunjungan tersebut. Beliau menegaskan bahwa Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh memiliki kekhususan dalam sistem peradilan di Indonesia dengan kewenangan menangani perkara perdata, pidana, hingga ekonomi syariah berdasarkan hukum Islam.

Pada kesempatan tersebut, Panitera Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh memaparkan konsep penerapan Hukum Jinayat di Aceh dan implementasinya, termasuk mekanisme eksekusi perkara yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah). Setelah pemaparan, sesi dialog digelar. Salah seorang audiens, Muhammad Sanusi, mengajukan pertanyaan apakah seluruh rujukan qanun di Aceh sepenuhnya berlandaskan mazhab Syafi’i atau juga mengacu pada mazhab lainnya.

Hal tersebut, Wakil Ketua Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh menjelaskan bahwa sumber hukum syariat di Aceh setelah Al-Qur’an, Hadis, Ijma’, dan Qiyas, juga merujuk pada pendapat empat imam mazhab yang menjadi landasan syariat Islam. Beliau menambahkan bahwa dalam perkara yang berkaitan dengan hudud, penerapannya harus sesuai dengan ketentuan syariat tanpa boleh dikurangi ataupun ditambah.
Acara ditutup dengan penyerahan cenderamata dari delegasi PGSM Kedah kepada Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh sebagai simbol persahabatan dan kerja sama kelembagaan.

Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih erat dalam bidang hukum syariah antara Indonesia, khususnya Aceh, dan Malaysia. Penulis (MYq)


