Mahkamah Syar`iyah Banda Aceh Melayani Secara Totalitas Terhadap Para Pencari Keadilan
Dipublikasi oleh ms bandaaceh | Tanggal 15 Desember, 2025 | Jam 10:00 am | Kategori Berita | Jumlah Pembaca : 86 Pembaca

Banda Aceh, 15 Desember 2025
Delapan belas hari sudah peristiwa dahsyat melanda sebagian besar wilayah Aceh, sumut dan sumbar. Banjir Bandang telah menyapu bersih daratan yang dilaluinya, gelombang air yang turun dari gunung membawa kayu dan lumpur telah membuat ribuan orang kehilangan nyawa, sandang dan papan sekaligus. Kondisi ini sangat memilukan kita semua. Air dan hujan yang sejatinya menjadi sahabat dalam kehidupan berubah menjadi bala bencana dengan membawa kehancuran yang luar biasa. Bak tsunami kedua, Aceh kembali dirundung duka yang mendalam, belum hilang ingatan kita kedahsyatan yang di awali dengan gempa yang besar pada tanggal 26 Desember 2004, dan di tanggal 26 November 2025 kita merasakan kembali luapan air yang turun dari gunung. Tentu ini membuat kita di Mahkamah Syar`iyah Banda Aceh ikut merasakan sebagai satker yang tidak berdampak langsung namun kita merasakan imbas dari peristiwa alam ini. Betapa kita semua ikut merasakan krisis energy listrik yang mau tidak mau harus disiasasti agar proses pelayanan tetap bisa berjalan, ditambah dengan krisis air PDAM termasuk ineternet yang ikut bermasalah. Semua komponen ini secara phisikologis ikut mempengaruhi phisikologis keluarga besar Mahkamah Syar`iyah Banda Aceh. Belum lagi ada diantara Pegawai yang keluarganya menjadi Musibah dalam kejadian tersebut.
Ketua Mahkamah Syar`iyah Banda Aceh Hj. Dian Ingrasanti Lubis, langsung mempelajari kondisi Banda Aceh dan Aceh secara keseluruhan, apakah ini berdampak terhadap pelayanan di MS Banda Aceh? Setelah melakukan dan koordinasi dengan semua pejabat dilingkungan MS Banda Aceh, maka diambillah kesimpulan bahwa pelayanan Mahkamah Syar`iyah Banda Aceh tetap berjalan seperti biasa, bahwa semua penanggungjawab tetap focus dengan pekerjaannya dan saling berkoordinasi agar pelayanan tetap berjalan. Sehingga pelayanan dan persidangan tetap berjalan ditengah kondisi listrik dan internet tidak stabil diBanda Aceh. Bahkan Ketua Memastikan melalui Hakim, Panitera dan sekretaris, bahwa semua kendala dapat disiasati hingga sampai dengan hari ke 19 pasca banjir Banda yang melanda Aceh kita masih melayani dengan baik.
Namun empati dan panggilan nurani, kita tidak boleh abai dengan apa yang terjadi terhadap saudara-saudara kita yang tertimpa musibah, Ketua langsung mengkoordinasikan potensi bantuan yang mungkin kita lakukan, dari donasi untuk pegawai, uang zakat, uang sosial untuk dapat dikumpulkan kepada satker yang berdampak langsung dan terdekat yang mungkin bisa kita jangkau setelah berkoordinasi dengan Ketua MS Aceh. Dipilihlah untuk mengantarkan bantuan ke Mahkamah Syar`iyah Merdu di kabupaten Pidie Jaya, kita ikut merasakan apa yang dirasakan oleh temen-teman sejawat kita, proses pemulihan dukungan moral akan terus kita berikan disamping tenaga dan dana sehingga teman-teman tetap bisa berdiri dan bertahan di tengah musibah besar dilembaran akhir tahun 2025 ini.
Ketua tetap mengajak kepada Keluarga besar Mahkamah Syar`iyah Banda Aceh, kita akan terus melakukan usaha membantu meringankan, proses pemulian, recovery, rehabilitasi dan rekontruski akan memakan waktu yang relative lama. Kemanusiaan dan gotong royong akan meringankan korban musibah. Koordinasi antar lembaga, pengambil kebijakan hendaknya terus dilakukan, terkhusus untuk keluarga besar peradilan, terkadang banyak orang mau berbuat, namun lemahnya koordinasi akan menghambat proses bantuan mencapai target. Dalam kontek Aceh yang lagi berduka, kita pegawai MS Banda Aceh, hendaknya lebih kreatif dan optimis dalam bekerja, bahkan bila perlu kita siap memperkuat satker yang tertimpa musibah ini untuk bangkit bersama, kita tak boleh menjadi penonton, namun kita harus pro aktif, menyelesaikan tanggung jawab kita sebagai abdi Negara sebagai pelayan publik dan motor penggerak. Jangan sampai kita yang hanya terkena ekses lebih tidak produktif dibandingkan mereka yang saat ini berjuang untuk bangkit. Disaat seperti ini kita akan terus memantau perkembangan sambil menunggu intruksi dari KMS Aceh, agar Mahkamah Syar`iyah Se Aceh segera pulih kembali dan bisa tetap melayani. Demikian(fr)


