Perkuat Akurasi Administrasi, Hakim MS Banda Aceh Tekankan Ketelitian dan Standardisasi Layanan PTSP - Mahkamah Syar'iyah Banda Aceh
Mahkamah Syar'iyah Banda Aceh
Selamat Datang di Website Mahkamah Syar'iyah Banda Aceh | Berkomitmen Untuk Mensukseskan Pembangunan Zona Integritas (ZI) Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM)

Dipublikasi oleh Amrullah Jasli Al-Haadi | Tanggal 28 April, 2026 | Jam 10:08 am | Kategori Artikel,Berita | Jumlah Pembaca : 12 Pembaca

BANDA ACEH – Dalam upaya memperkuat integritas dan kualitas pelayanan publik, jajaran petugas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Mahkamah Syar’iyah (MS) Banda Aceh menggelar briefing rutin pada Selasa (28/04). Kegiatan yang berlangsung di ruang layanan ini dibimbing langsung oleh Hakim Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh, Bapak Mujihendra, S.H.I., M.Ag.

Dalam arahannya, Bapak Mujihendra menekankan dua poin krusial yang menjadi fokus utama pelayanan saat ini, yaitu peningkatan ketelitian dalam setiap proses pendaftaran perkara serta penguatan standardisasi format permohonan. Beliau menegaskan bahwa akurasi data di tahap awal merupakan kunci utama dalam menjamin tertib administrasi hukum di lingkungan peradilan.

“Ketelitian pada proses pendaftaran adalah aspek fundamental. Dengan standarisasi format yang tepat, kita tidak hanya mempermudah proses internal, tetapi juga menjamin kepastian hukum dan kualitas layanan bagi masyarakat,” ujar beliau.

Selain memberikan arahan teknis, Bapak Mujihendra juga menyampaikan pesan motivasi untuk membangkitkan semangat kolektif seluruh aparatur. Beliau mengingatkan bahwa setiap prestasi yang diraih oleh institusi merupakan buah dari sinergi seluruh elemen yang ada di dalamnya.

“Apabila Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh berprestasi, maka kita semua akan merasa bangga karena capaian tersebut adalah hasil kerja keras kolektif kita bersama,” tambah beliau di hadapan para petugas PTSP.

Kegiatan briefing ini ditutup dengan komitmen bersama dari seluruh petugas untuk menjadikan semangat sinergi dan ketelitian sebagai fondasi utama dalam menghadirkan pelayanan prima bagi seluruh masyarakat pencari keadilan di wilayah Banda Aceh.

“Apabila Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh berprestasi, maka kita semua akan merasa bangga karena capaian tersebut adalah hasil kerja keras kolektif kita bersama,” tambah beliau di hadapan para petugas PTSP.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »