Wakil Ketua Mahkamah Syar'iyah Banda Aceh Hadiri Workshop Pengawasan Perwalian - Mahkamah Syar'iyah Banda Aceh
Mahkamah Syar'iyah Banda Aceh
Selamat Datang di Website Mahkamah Syar'iyah Banda Aceh | Berkomitmen Untuk Mensukseskan Pembangunan Zona Integritas (ZI) Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM)

Wakil Ketua Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh Hadiri Workshop Pengawasan Perwalian

Dipublikasi oleh ms bandaaceh | Tanggal 17 September, 2025 | Jam 9:24 am | Kategori Berita | Jumlah Pembaca : 92 Pembaca

Banda Aceh Banda Aceh, Selasa 16 September 2025 pukul 08.30 WIB s.d selesai, Wakil Ketua Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh, Dr. Amir Khalis, menghadiri acara workshop bertema “Peran dan Tugas Para Pelaku (Stakeholder) Pelaksana Pengawasan Perwalian di Provinsi Aceh” yang diselenggarakan oleh Baitul Mal bekerja sama dengan UNICEF di Hotel Ayani, Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 20, Peunayong, Kota Banda Aceh.

Ketua Badan Baitul Mal Aceh, Mohammad Haikal, S.T., MIFP., menyampaikan apresiasi kepada Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh yang menjadi narasumber dalam workshop pengawasan perwalian anak yatim. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antar lembaga untuk melindungi hak-hak anak yatim, bahwa pengasuhan terbaik adalah dalam keluarga, sementara pengasuhan alternatif melalui keluarga pengganti atau lembaga tetap membutuhkan pengawasan optimal. Workshop ini menekankan perlunya sinergi agar pengawasan perwalian anak yatim di Aceh berjalan lebih efektif dan berpihak pada kepentingan terbaik anak.

Pada kesempatan ini, Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh YM Bapak Dr. H. Zulkifli Yus, M.H. membawakan materi berjudul “Peran dan Tugas Mahkamah Syar’iyah Aceh dan Mahkamah Syar’iyah Kabupaten/Kota dalam Pelaksanaan Pengawasan Perwalian Anak Yatim”. Melalui workshop ini diharapkan para pemangku kepentingan yang terlibat, mulai dari lembaga pemerintah, lembaga peradilan, hingga pihak masyarakat, dapat memahami perannya masing-masing sehingga pengawasan perwalian anak yatim dapat berjalan lebih efektif dan transparan. Kehadiran berbagai pihak ini mencerminkan komitmen bersama untuk mencari pola terbaik dalam memastikan anak-anak Aceh mendapatkan pengasuhan yang layak, aman, dan penuh kasih sayang. Penulis (Myq)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »