Hakim Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh Hadiri Dialog Interaktif RRI Bahas Problematika Pengasuhan Anak
Dipublikasi oleh msn | Tanggal 27 Juli, 2026 | Jam 11:06 am | Kategori Berita | Jumlah Pembaca : 19 Pembaca

Banda Aceh – Hakim Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh, T. Mufardisshadri, S.H.I., M.H., menghadiri dialog interaktif yang diselenggarakan oleh RRI Banda Aceh dalam program siaran edukatif bertajuk “Mengurai Problematika Pengasuhan Anak dari Berbagai Perspektif”, pada Senin 27 Juli 2026. Kegiatan yang disiarkan secara langsung melalui RRI Pro 1 Banda Aceh 97,7 FM tersebut menjadi wadah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pengasuhan anak yang komprehensif.
Dalam dialog tersebut, T. Mufardisshadri, S.H.I., M.H memaparkan berbagai aspek hukum yang berkaitan dengan pengasuhan anak, termasuk hak dan kewajiban orang tua setelah perceraian, perlindungan hak-hak anak, serta peran Mahkamah Syar’iyah dalam menyelesaikan perkara yang berkaitan dengan hak asuh anak. Ia menegaskan bahwa setiap putusan pengadilan selalu mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak sebagai prinsip utama dalam memberikan perlindungan hukum.
Dialog ini juga menghadirkan Rita Mayasari, S.Sos., MPSSp., (Pekerja Sosial Madya) dari Dinas Sosial Aceh, serta Azizah, S.Pd., M.Pd., (Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak) pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh. Ketiga narasumber mengulas persoalan pengasuhan anak dari perspektif hukum, sosial, dan pemenuhan hak anak sehingga masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh mengenai pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.
Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan edukasi hukum kepada masyarakat melalui partisipasi aktif dalam dialog publik. Kehadiran hakim sebagai narasumber di media penyiaran menjadi wujud keterbukaan lembaga peradilan dalam menyebarluaskan informasi hukum yang mudah dipahami, khususnya terkait perlindungan hak-hak anak. Dialog yang dipandu oleh presenter Ammar tersebut berlangsung interaktif dan diharapkan semakin meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pengasuhan yang berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak.(MyQ)


