Banda Aceh, 29 September 2026 — Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh terus mendukung kegiatan akademik dan penelitian mahasiswa sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan antara lembaga peradilan dan perguruan tinggi. Dukungan tersebut salah satunya diberikan terhadap penelitian mahasiswa UIN Ar-Raniry yang mengkaji peran mediator dalam perkara perceraian.

Penelitian yang dilaksanakan oleh mahasiswa Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Ar-Raniry tersebut mengangkat judul “Peran Mediator dalam Menganalisis Tingkat Perceraian (Studi di Mahkamah Syar’iyah Kota Banda Aceh)”. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai pelaksanaan mediasi serta peran mediator dalam proses penyelesaian perkara perceraian.

Wakil Ketua Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh, Muzakir, S.H.I., M.H., menyambut baik pelaksanaan penelitian tersebut. Kegiatan ini dinilai menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai proses mediasi dan praktik penyelesaian perkara di lingkungan peradilan.

Dalam kegiatan tersebut juga berlangsung sesi tanya jawab dan diskusi antara peneliti dengan pihak Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh. Sesi ini dimanfaatkan untuk menggali informasi secara lebih mendalam mengenai pelaksanaan mediasi, peran mediator, serta berbagai aspek yang berkaitan dengan penyelesaian perkara perceraian di Mahkamah Syar’iyah.

Selain memberikan manfaat bagi pengembangan wawasan akademik mahasiswa, kegiatan penelitian juga menjadi bagian dari keterbukaan Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh terhadap dunia pendidikan. Interaksi antara mahasiswa dan aparatur peradilan diharapkan dapat memperkaya pemahaman mengenai penerapan hukum secara langsung di lapangan.

Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh berkomitmen untuk terus membangun hubungan konstruktif dengan perguruan tinggi melalui penelitian dan kajian akademik. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu hukum sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mediasi dalam penyelesaian perkara perceraian.(MyQ)